Lihatlah Aku (Part 8)






ini cuma cerita buat seneng2 aja. jika ada kesamaan nama mohon dimaklumi.


Selamat membaca :)
 








Flo duduk melamun pada salah satu pohon di taman belakang sekolahnya. Terlihat masih ada sisa-sisa air mata di pipinya. Tiba-tiba saja ada yang menyodorkan sapu tangan berwarna biru langit dengan motif kotak-kotak kecil.
“Buat hapus air mata” ucapnya.
Flo mendongak perlahan. Tatapannya kini menjadi terkejut melihat orang yang saat ini menyodorkan sapu tangan. Tatapan tak menyangka. Dengan perasaan ragu, perlahan Flo mengambil sapu tangan. Gio, orang yang menyodorkan sapu tangan itu duduk bersamaan dengan Flo yang mengusap sisa air mata di pipinya. Ia duduk santai di sebelah Flo dengan salah satu kakinya yang ia rebahkan dan sisanya ia tekuk, tangannya memeluk kakinya yang di tekuk sementara pandangannya lurus ke depan. Flo menoleh ke arah Gio. Ia terpana menatap gayanya yang sangat santai.
“Natapnya biasa aja,” tuturnya masih memandang lurus.
Flo langsung memandang lurus ke depan. Sapu tangannya ia genggam. “Kalo lo ke sini cuma mau gangguin gue, lebih baik lo pergi.”
Gio hanya diam, masih menatap lurus ke depan. Flo heran dengan tingkahnya, ia kembali menoleh. Namun saat ia menoleh ia dikejutkan oleh perkataan Gio.
“Kalo lo butuh, lo boleh pinjem bahu gue.”
Entah kenapa tiba-tiba mata Flo terasa menghangat. Di sudut matanya, terlihat air mata yang bersiap untuk mengalir. Ia terisak, bahunya naik turun tak menentu. Kedua tangannya hanya bisa terpaku di depan bibirnya yang bergetar. Sapu tangan yang ia genggam tak mampu untuk menahan derasnya air mata yang jatuh di kedua pipinya itu. Dengan perasaan ragu, perlahan Gio mendekap Flo.
“....”
Tangisan Flo semakin lama semakin menjadi. Gio hanya diam menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong sambil mendekap Flo. Keduanya terdiam, hanya suara angin dan tangisan Flo yang mengiringi kesunyian di antara mereka. Beberapa saat kemudian Flo mulai tenang dan ia pun berhenti menangis. Entah kenapa saat ini Gio mampu membuat Flo melupakan masalah dan tangisannya tadi padahal Gio tak melakukan apapun.
Hari semakin sore. Matahari pun telah kembali keperaduannya. Langit yang jingga membuat langit itu terlihat sangat indah. Flo beranjak dari duduknya. Gio mengikuti pergerakan Flo. Flo menatap langit nan elok itu. Ia tesenyum dan menutup mata sambil merentangkan kedua tangannya tinggi-tinggi. Merasakan sejuknya angin sore.
“Lo cantik,” gumam Gio menatap Flo penuh minat.
Flo kaget dan langsung menoleh, “Apa?”



****



“Gue boleh duduk disini?”
Flo dan Rista yang sedang asik mengobrol itu mendongak. Flo langsung membuang wajahnya saat tahu Alfa berdiri di sampingnya. Alfa terlihat sedih.
“Pake acara izin segala,” Rista tertawa pelan dan mengajak Alfa untuk duduk.
Flo langsung menatap Rista tajam. Rista hanya tersenyum dan mengangkat bahunya. Alfa pun duduk tepat di samping Flo.
Rista memandang Alfa. “Muka lo kenapa, Al? Lo abis berantem? Kok biru gitu.”
Flo terkejut mendengar pertanyaan Rista. Ia baru sadar kalau Alfa terluka.
“Kemarin ada orang yang nyangkain gue maling, jadi gue digebukin deh!”
Alfa tertawa sambil memandang Flo. Namun yang dipandang malah asik mengetuk-ngetuk jarinya ke meja. Alfa menghela nafas. Tanpa sepengetahuan Rista, dia mencoba memegang tangan Flo namun Flo menepisnya. Dan pada saat itu juga Flo berdiri.
“Lo mau kemana Flo?” tanya Rista. “Gue kan belum selesai cerita.”
Flo menatap ke arah Alfa dingin. “Gue....”
“Hoy Ose, lo lupa ya sekarang ada rapat? Yang lain udah pada nungguin tuh!” potong Gio menghampiri Flo dkk. Ia langsung menatap Alfa tajam.
“Enggak. Ini juga gue mau cabut,” Flo terlihat lega.
“Flo, lo kok nggak bilang ke gue dulu sih?” Rista terlihat protes.
“Gue lupa, Ta. Sorry gue harus pergi. Bye.” Flo berjalan keluar kantin bersama Gio yang berjalan di belakangnya.
Alfa memandang Rista heran. Yang dipandangnya hanya mengangkat bahu. Saat berada di depan ruangan Flo menghentikan langkahnya dan berbalik. Membuat Gio menabraknya dan ponselnya hampir saja terjatuh.
“Gue ....”
“Lo gila ya?! Kalo hape gue jatuh gimana, hah?! Mau tanggung jawab lo?” potong Gio kesal. Ia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan. “Ngapain lo disitu? Ayo cepet masuk!”
Flo terlihat kesal. Ishh, tuh orang aneh banget sih?! Kemarin aja baik, sekarang?! Punya kepribadian ganda kali ya? Dasar aneh! Flo mengomel dalam hati. Tapi Flo bersyukur Gio tak menyinggung apapun tentang kejadian yang menimpanya kemarin sore itu.

 ****













bersambung ...
 



Copyright 2009 Bubble Fairy Tail Story. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates