Lihatlah Aku (Part 6)



ini cuma cerita buat seneng2 aja, tak ada maksud untuk mengejek atau apapun. jika ada kesamaan nama mohon dimaklumi.

Selamat membaca :)



Langkah Flo terhenti. Ia melihat Gio yang sedang asik dengan gitarnya. Terdengar pelan nada demi nada dari tempat Gio berada yang kemudian disusul dengan suara Gio yang khas. Penghayatannya yang luar biasa dan jari-jarinya yang lihai dalam memetik gitar membuat lagu itu menjadi lebih merdu.


DEG!

Jantung Flo tiba-tiba berdegup kencang. Ia terpesona dan seakan hanyut dalam lagu yang ia dengar. Matanya tak kian beralih kemanapun, hanya satu tempat arah pandangannya tertuju, ya benar tempat dimana Gio duduk dengan gaya yang terlihat sangat santai dengan gitar yang ia topang dipangkuannya. Ia tak bergerak sedikitpun dari tempatnya bahkan Alfa yang telah menunggunya pun ia lupakan. Flo masih terpaku sampai lagu yang Gio nyanyikan telah usai. Flo kembali tersadar.
“Ngapain lo berdiri disitu?! Pake acara ngeliatin gue!”. Tanpa menoleh, Gio kembali memetik pelan gitarnya.
Flo terlihat sangat terkejut. “Lo ngomong ama gue?”. Ucap Flo sekenanya.
“Cuma ada lo kan? Ow ow, ketahuan ngeliatin gue lo jadi grogi ya?”. Gio menoleh ke arah Flo lalu tersenyum merendahkan.
Wajah Flo terlihat memerah. “Hahaha lo lucu ya! Gue? Ngeliatin lo? Idih...Ogah deh! Gue tuh cuma lewat tahu! Pede amat lo!”. Flo masih mencari-cari alasan. Lalu ia pergi sebelum Gio meledeknya lagi karena ia merasa wajahnya kini sangatlah merah.
Gio tersenyum penuh arti saat Flo pergi meninggalkannya. Lalu ia pun kembali bermain dengan gitarnya.
“Kok dia bisa tau gue ngeliatin dia ya?”. Flo berjalan ke kelasnya dengan wajah yang terlihat kebingungan.








****









“Sorry, lama”. Flo melangkah ke arah Alfa dan duduk disebelahnya, Alfa terlihat cemberut saat melihat Flo. Flo menggoda Alfa. Alfa tetap acuh. “Yah, ngambek beneran!”. Melihat Alfa yang masih acuh itu Flo menghela nafas. “Sorry deh, gue lama. Gue lagi cari angin sebentar tadi”. Flo menggigit bibirnya karena merasa bahwa dirinya berbohong.

Karena risih dengan kelakuan Flo yang sedari tadi hanya meminta maaf dan mengganggu konsentrasinya, akhirnya Alfa memaafkan Flo. Karena merasa membutuhkan pensil, Flo pun mengambil pensil tanpa melihat dimana pensil itu berada, ia hanya meraba di sekitarnya. Tak sengaja Flo menabrak salah satu tangan Alfa. Alfa yang kaget langsung mengangkat wajahnya dan menatap Flo, begitu juga Flo yang tak sengaja itu ikut mengangkat wajahnya. Mata mereka beradu, ada rasa kehilangan dan kerinduan yang dalam disetiap tatapan itu.
“Sorry”. Ucap Flo ketika ia tersadar.
Alfa hanya diam, ia bingung. Sementara Flo hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali. Mereka terdiam membiarkan suara angin yang berhembus menguasai suasana. Mereka sibuk dengan pekerjaannya dan pikiran mereka masing-masing.
“Flo”
Suara Alfa membuyarkan lamunan Flo dan keheningan di sekitar mereka. Yang dipanggil masih sibuk dengan pekerjaannya dan hanya berdehem kecil yang tak jelas dan tak berarti. Sekali lagi ia memanggil Flo agar mau menatapnya. Namun tetap saja Flo melakukan hal yang sama. Alfa tak menyerah, kali ini dengan nada yang ditekankan. Flo medongak, jengkel. Seketika itu Flo ternganga dengan yang ia lihat. Raut wajahnya jadi pasi. Ia melihat kalung yang tak asing baginya, kalung yang sama persis seperti miliknya. Kalung yang khusus didesain sama untuk pasangan yang salah satunya ia pegang, pemberian kekasihnya dulu saat dirinya berulang tahun.
“Darimana lo dapet kalung itu?”. Flo menatap serius ke arah Alfa, kesal.
“Flo”. Panggil Alfa pelan, mencoba menenangkan Flo.
“Jawab!”. Tegas Flo.
Alfa langsung menghela nafas berat. “Flo”. Sejenak ia terdiam. “Gue Alfa, temen kecil lo, Flo. Lo ga lupa kan? Dan karena hal itu juga gue punya sebelah kalung yang lo miliki”
Flo yang shock hanya bisa terdiam menatap kalung yang saat ini Alfa genggam.





bersambung
Copyright 2009 Bubble Fairy Tail Story. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates