Lihatlah Aku (Prolog)


ini cuma cerita buat seneng2 aja, tak ada maksud untuk mengejek atau apapun. jika ada kesamaan nama mohon dimaklumi.
Selamat membaca :)





PROLOG



Terlihat seorang anak yang berseragam SMP sedang berlari terengah2 berusaha mengejar sebuah taksi. Tanpa memperdulikan sekelilingnya, ia terus saja mengejar taksi itu.

“Alfaaaaaaaaaaaa, jangan pergi! Jangan tinggalin aku, Aaaall!” jeritnya tak karuan.

Ia hanya menangis sambil mengejar taksi yang semakin menjauh. Tampak seorang anak laki2 yang seumuran mengamati dari balik kaca taksi, ia terlihat sedih namun ia kembali memandang kedepan. Ada penyesalan dibalik tatapannya. Anak perempuan yang mengejarnya pun akhirnya berhenti karena kelelahan. Ia terengah2 dan menangis sambil memegangi lututnya dan memandang taksi yang semakin jauh dari pandangannya itu. Tiba2 ada seorang anak perempuan yang menopangnya untuk berdiri.

“kamu baik2 aja, kan?” tanyanya. Ia merangkul anak itu masuk ke sebuah rumah.

Sekarang mereka berada disalah satu kamar dari rumah itu, ternyata itu kamar anak perempuan yang menangis. Anak yang menolongnya pun memapahnya untuk duduk di pinggir tempat tidur.

“Kenapa kamu ninggalin aku? Hiks..hiks... Kamu bilang nggak akan ninggalin aku”. Anak itu masih menangis.
“Flo, jangan nangis terus, dong. Akunya juga jadi ikutan sedih”. Hibur anak yang menolong.
“Dia jahat banget, dia bilang nggak akan ninggalin aku. Tapi nyatanya dia pergi pun tanpa pamitan dulu ke aku”. Anak yang dipanggil Flo itu masih terus terisak.
“Flo, apa kamu baik2 saja?”. Kata seseorang dari luar kamar yang sebelumnya sempat terdengar ketukan pintu.
 

Cewek yang dipanggil Flo itu mendongak, ia sempat melirik kearah pintu. Terlihat wajah ibunya yang sedang melongok ke dalam.

“Ya ampun, Flo. Sejak kapan kamu menangis seperti ini? Matamu sampai bengkak begitu”. Kata ibunya.
“Iya Flo,aku juga sedih ngeliat kamu begini. Berhentilah menangis. Alfa pasti kembali kok. Dia nggak mungkin ninggalin kamu lama2”.
“Sudahlah sayang, jangan menangis terus. Masih banyak pria yang lebih baik daripada Alfa. 


Masa depanmu masih panjang. Lupakan saja Alfa yang kamu bangga2kan itu”. Kata ibu Flo itu.

“Tante Tari, memangnya Alfa kemana sih? Kok aku nggak liat dia, yang aku liat cuma Gio aja”
“Dia tiba2 pergi sama orang tuanya entah kemana Ta, tante juga nggak tau. Ta, tolong jaga Flo ya, tante ada urusan penting”. Tari, ibu Flo pun mendekati Flo yang masih terisak "Flo, mama pergi dulu ya. Jangan menangis terus dong, kamu harus kuat. Kalo memang Alfa udah nggak sayang sama kamu, harusnya kamu juga harus tunjukin kedia bahwa kamu itu juga bisa hidup tanpa dia, sayang. Bukan begini. Sudah ya. Mama nggak bisa nemenin kamu, maaf ya. Jaga diri ya”. Ibu Flo pun mengecup kening Flo, lalu pergi.

Didalam kamar Flo masih terisak. Rista, sahabatnya pun hanya bisa menenangkan sahabatnya itu.

“Flo, udah dong. Bener kata tante tadi. Kamu harus kuat. Biar Alfa itu nggak ngeledekin kamu pas kalian ketemu lagi. Ayolah Flo! Mana Flo yang aku kenal? Flo yang aku kenal itu kan nggak cengeng seperti ini”

Tak berapa lama, tiba2 Flo terdiam. Ia tertunduk.“Nah, gitu dong Flo! Ini baru yang namanya Flo!” Rista terlihat senang saat Flo berhenti menangis. Ia mengusap2 punggung Flo.

“Ta”. Panggil Flo.
“Ya?”
“Kamu bener. Aku harusnya kuat, nggak cengeng begini”Rista tersenyum puas.“Harusnya aku nggak nangis buat dia. Dia nggak pantes dapet air mata dariku”
“Yap! Bagus! Itu baru namanya Flo yang aku kenal”Flo mengusap air matanya. “Mulai sekarang aku akan hati2! Aku nggak akan tertipu lagi ama laki2! Dan satu lagi, aku juga akan berusaha melupakan Alfa! Yap! Itulah tekadku, Ta!”
“Yap! Kamu harus begitu! Itulah Flo yang selama ini aku kenal!”Flo dan Rista pun tertawa.










4 tahun kemudian ...










bersambung
Copyright 2009 Bubble Fairy Tail Story. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates