ini cuma cerita buat seneng2 aja, tak ada maksud untuk mengejek atau apapun. jika ada kesamaan nama mohon dimaklumi.
Selamat membaca :)
“Ta, jangan balik dulu, tungguin gue ya”. Pinta Flo saat semua jam pelajaran telah berakhir.
“Mau kemana emang? Mau belajar bareng Alfa dulu?”. Tanya Rista bingung.
“Haha bukan, bukan, Alfa mulu lo!”. Flo mengibas-ngibaskan tangannya.
“Ya kan dia itu...”
“Flo” panggil Alfa memotong pembicaraan Rista.
“Eh bukan apa-apa kok, nggak penting”. Lanjut Rista sedikit gugup.
Flo terlihat bingung melihat kelakuan sahabatnya yang aneh.
Ups! Hampir aja gue keceplosan. Selamet, selamet. Rista bicara pada dirinya sendiri.
“Ada apa, Al?”
“Besok jadwal lo kosong?”
Selamat membaca :)
“Ta, jangan balik dulu, tungguin gue ya”. Pinta Flo saat semua jam pelajaran telah berakhir.
“Mau kemana emang? Mau belajar bareng Alfa dulu?”. Tanya Rista bingung.
“Haha bukan, bukan, Alfa mulu lo!”. Flo mengibas-ngibaskan tangannya.
“Ya kan dia itu...”
“Flo” panggil Alfa memotong pembicaraan Rista.
“Eh bukan apa-apa kok, nggak penting”. Lanjut Rista sedikit gugup.
Flo terlihat bingung melihat kelakuan sahabatnya yang aneh.
Ups! Hampir aja gue keceplosan. Selamet, selamet. Rista bicara pada dirinya sendiri.
“Ada apa, Al?”
“Besok jadwal lo kosong?”
“Ya. Ada apa?”
“Baguslah. Mau ngerjain tugas kimia, beneran kosong kan?”. Alfa balik bertanya dengan tatapan menggoda.
Flo tertawa kecil. “I am free”
“Ya udah gue duluan kalo gitu. Bye!”. Alfa melambaikan tangannya.
“Bye”. Jawab Flo dan Rista serempak.
“Balik, yuk!”. Ajak Rista.
“Kan gue bilang temenin gue dulu. Gimana sih?!”
“Oiya lupa! Hehehe”. Rista cengengesan. “Mau kemana sih emangnya?”
“Ruang musik. Yuk!”. Flo merangkul sahabatnya keluar menuju ruang musik.
“Eh, eh, mau ngapain?...Lo nggak bercanda kan?! Sejak kapan lo suka main musik?”
Flo tak menjawab. Rista hanya pasrah mengikuti Flo yang merangkulnya.
“Mau ikutan?”. Tanya Flo saat mereka sampai di ruang musik.
Rista diam sejenak. “Boleh juga ide lo!”. Rista tersenyum disusul Flo yang ikut tersenyum.
Kini mereka hanyut dalam keasikkan mereka bermain musik. Setelah puas, mereka bergegas untuk pulang. Sebelumnya mereka mengambil baju Rista yang tertinggal di loker Flo. Saat mengambil baju, Rista melihat ada surat di atas bajunya. Ia pun memungut surat itu.
“Nih!”. Rista memberikan surat-surat itu.
Flo pun membaca suratnya satu persatu, wajahnya terlihat bosan saat membacanya.
“Dari siapa? Minta ketemu ya?”. Yang ditanya hanya mengangguk. “Coba gue lihat!”. Rista pun membaca suratnya.
“Besok lo aja ya Ta yang nemuin mereka. Gue males. Mau belajar”
“Gue? Ngaco lo! Lo yang punya urusan! Lagian kalo lo nggak dateng kasian mereka, seenggaknya lo hargain keberanian mereka kek, mereka kan udah usaha masa lonya nggak peduli. Jahat amat. Udah sore nih, balik yuk ah!”
Rista menggandeng lengan Flo, yang digandeng hanya diam. Saat akan pergi, ada seseorang memanggil. Mereka menoleh. Ternyata itu Gio. Wajah Flo langsung terlihat sangat bosan.
“Ada apa, Gi?”. Tanya Rista.
“Enggak, gue cuma mau bilang kalo besok ada rapat”. Jawab Gio.
Flo terlihat kaget. “Besok?”. Gio mengangguk. “Nggak bisa lusa ya? Gue kan ada...”. Rista membungkam mulut Flo dengan tangannya. Flo menatap tajam ke arah Rista.
“Tenang aja Gi, Flo pasti dateng kok”. Rista tersenyum manis.
“Awas aja kalo lo sampe telat!”. Gio mengancam kemudian berlalu pergi.
Setelah Gio pergi, Rista melepaskan bungkamannya. “Apa-apaan sih lo, Ta?!...Kalo udah begini pasti bentrok! Ah!”
“Menurut gue sih, mending lo ikut rapat deh!”
“Terus Alfa gimana?! Dia udah buat janji duluan, Ta!”
“Udah deh, nurut ama gue! Rapat lebih penting Flo, ini menyangkut sekolah!”. Flo terdiam. “Alfa pasti ngerti, gue jamin!”. Lanjut Rista meyakinkan.
Flo masih diam, pasrah dengan saran Rista. Kali ini ia benar-benar bingung.
“Baguslah. Mau ngerjain tugas kimia, beneran kosong kan?”. Alfa balik bertanya dengan tatapan menggoda.
Flo tertawa kecil. “I am free”
“Ya udah gue duluan kalo gitu. Bye!”. Alfa melambaikan tangannya.
“Bye”. Jawab Flo dan Rista serempak.
“Balik, yuk!”. Ajak Rista.
“Kan gue bilang temenin gue dulu. Gimana sih?!”
“Oiya lupa! Hehehe”. Rista cengengesan. “Mau kemana sih emangnya?”
“Ruang musik. Yuk!”. Flo merangkul sahabatnya keluar menuju ruang musik.
“Eh, eh, mau ngapain?...Lo nggak bercanda kan?! Sejak kapan lo suka main musik?”
Flo tak menjawab. Rista hanya pasrah mengikuti Flo yang merangkulnya.
“Mau ikutan?”. Tanya Flo saat mereka sampai di ruang musik.
Rista diam sejenak. “Boleh juga ide lo!”. Rista tersenyum disusul Flo yang ikut tersenyum.
Kini mereka hanyut dalam keasikkan mereka bermain musik. Setelah puas, mereka bergegas untuk pulang. Sebelumnya mereka mengambil baju Rista yang tertinggal di loker Flo. Saat mengambil baju, Rista melihat ada surat di atas bajunya. Ia pun memungut surat itu.
“Nih!”. Rista memberikan surat-surat itu.
Flo pun membaca suratnya satu persatu, wajahnya terlihat bosan saat membacanya.
“Dari siapa? Minta ketemu ya?”. Yang ditanya hanya mengangguk. “Coba gue lihat!”. Rista pun membaca suratnya.
“Besok lo aja ya Ta yang nemuin mereka. Gue males. Mau belajar”
“Gue? Ngaco lo! Lo yang punya urusan! Lagian kalo lo nggak dateng kasian mereka, seenggaknya lo hargain keberanian mereka kek, mereka kan udah usaha masa lonya nggak peduli. Jahat amat. Udah sore nih, balik yuk ah!”
Rista menggandeng lengan Flo, yang digandeng hanya diam. Saat akan pergi, ada seseorang memanggil. Mereka menoleh. Ternyata itu Gio. Wajah Flo langsung terlihat sangat bosan.
“Ada apa, Gi?”. Tanya Rista.
“Enggak, gue cuma mau bilang kalo besok ada rapat”. Jawab Gio.
Flo terlihat kaget. “Besok?”. Gio mengangguk. “Nggak bisa lusa ya? Gue kan ada...”. Rista membungkam mulut Flo dengan tangannya. Flo menatap tajam ke arah Rista.
“Tenang aja Gi, Flo pasti dateng kok”. Rista tersenyum manis.
“Awas aja kalo lo sampe telat!”. Gio mengancam kemudian berlalu pergi.
Setelah Gio pergi, Rista melepaskan bungkamannya. “Apa-apaan sih lo, Ta?!...Kalo udah begini pasti bentrok! Ah!”
“Menurut gue sih, mending lo ikut rapat deh!”
“Terus Alfa gimana?! Dia udah buat janji duluan, Ta!”
“Udah deh, nurut ama gue! Rapat lebih penting Flo, ini menyangkut sekolah!”. Flo terdiam. “Alfa pasti ngerti, gue jamin!”. Lanjut Rista meyakinkan.
Flo masih diam, pasrah dengan saran Rista. Kali ini ia benar-benar bingung.
bersambung






